Pangkal Pinang, 5 November 2025 — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa perekonomian Bangka Belitung pada Triwulan III-2025 tumbuh 3,21 persen (y-on-y). ‘’Pasar kerja menunjukkan penguatan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tetap meningkat ke level 75,26 poin, menandai perbaikan kualitas hidup masyarakat, ‘’ ujar Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toto H. Silitonga dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (5/11/2025).
Ekonomi Tumbuh, Struktur Didominasi Konsumsi Rumah TanggaPertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada Triwulan III-2025 hanya 3,21 persen secara tahunan. Secara kumulatif, ekonomi Bangka Belitung masih tumbuh 3,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi lapangan usaha, sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,77 persen, Jasa Perusahaan sebesar 13,23 persen, dan Informasi dan Komunikasi sebesar 13,09 persen. Ketiganya menggambarkan peningkatan aktivitas sektor tersier pascapandemi, terutama pariwisata dan digitalisasi ekonomi. Sebaliknya, sektor Konstruksi dan Jasa Keuangan dan Asuransi mengalami kontraksi masing-masing 1,44 persen dan 0,20 persen, menandakan perlambatan proyek infrastruktur serta kehati-hatian lembaga keuangan dalam ekspansi kredit.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan pertumbuhan 3,28 persen dan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu 54,56 persen. Kinerja ekspor turun tajam sebesar 12,36 persen, terutama akibat fluktuasi harga komoditas timah dan pelemahan permintaan global. Konsumsi pemerintah juga turun 4,19 persen, sementara investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) sedikit terkoreksi 0,12 persen. Sisi positifnya, impor barang dan jasa sebagai pengurang PDRB, turun 22,81 persen sehingga menahan pelemahan ekonomi lebih dalam.
Struktur ekonomi Bangka Belitung masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 20,91 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 20,20 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 15,31 persen. Dominasi sektor primer dan perdagangan menunjukkan struktur ekonomi yang relatif tradisional, dengan ketergantungan tinggi terhadap sumber daya alam dan konsumsi domestik.
Pengangguran MenurunDi sisi ketenagakerjaan, situasi pasar kerja Bangka Belitung menunjukkan perbaikan. Jumlah angkatan kerja mencapai 822.311 orang, naik 19.013 orang dibandingkan Agustus 2024. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 69,38 persen pada Agustus 2025, mencerminkan meningkatnya keikutsertaan penduduk usia produktif di pasar kerja.
Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 785,72 ribu orang, naik 19,64 ribu orang dari Agustus tahun lalu. Kenaikan terbesar terjadi pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (naik 1,90 persen poin), sedangkan sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan paling tajam (turun 1,99 persen poin).
Sebanyak 51,29 persen pekerja masih berada di sektor informal, menunjukkan perlunya peningkatan kualitas lapangan kerja yang layak dan terlindungi. Dari sisi pendidikan, hanya 13,49 persen pekerja berpendidikan Diploma ke atas, sementara lebih dari separuh (51,12 persen) masih berpendidikan SMP ke bawah.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bangka Belitung pada kondisi Agustus 2025 sebesar 4,45 persen, mengalami penurunan sebesar 0,18 persen poin dari Agustus tahun sebelumnya. Hampir seluruh kabupaten/kota mengalami penurunan pengangguran, kecuali Belitung Timur yang naik menjadi 3,05 persen. Kota Pangkal Pinang masih mencatat TPT tertinggi, yakni 5,73 persen, namun turun 0,25 persen poin dari Agustus 2024.
IPM Naik, Merata di Semua Kabupaten/KotaDari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025 mencapai 75,26, naik 0,71 poin atau naik 0,95 persen dibandingkan tahun 2024. Capaian ini menempatkan Bangka Belitung dalam kategori tinggi, berada di peringkat menengah Sumatera dan sedikit di bawah IPM nasional sebesar 75,90.
Peningkatan IPM Bangka Belitung didorong oleh kemajuan di tiga dimensi utama:
1. Umur Panjang dan Hidup Sehat — Umur Harapan Hidup (UHH) mencapai 74,46 tahun, mencerminkan peningkatan layanan kesehatan dasar dan pola hidup masyarakat.
2. Pengetahuan — Harapan Lama Sekolah (HLS) naik menjadi 12,50 tahun, setara lulusan SMA, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat ke 8,65 tahun, setara lulus kelas VIII SMP.
3. Standar Hidup Layak — Pengeluaran per kapita disesuaikan mencapai Rp13,837 juta selama tahun 2025, menandakan kenaikan daya beli dan kesejahteraan.
Secara spasial, Kota Pangkal Pinang mencatat IPM tertinggi sebesar 81,64 dengan kategori sangat tinggi, disusul Kabupaten Bangka sebesar 75,38 dan Belitung sebesar 75,29 dengan kategori tinggi. Kabupaten dengan peningkatan tertinggi adalah Bangka Barat (naik 1,22 persen) dan Bangka Selatan (naik 1,17 persen), menunjukkan konvergensi pembangunan antarwilayah mulai terbentuk.
Tantangan dan Agenda ke DepanKetergantungan tinggi terhadap sektor primer, ekspor timah, dan konsumsi domestik perlu diimbangi dengan diversifikasi ekonomi berbasis inovasi dan industri pengolahan bernilai tambah. Peningkatan kualitas tenaga kerja juga mendesak, mengingat lebih dari separuh penduduk bekerja berpendidikan rendah dan separuh bekerja di sektor informal. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
Narahubung MediaEka R. Pattinama
Tim Humas dan Protokol
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Email:
[email protected]