B-1100/19000/HM.240/2025
Pangkal Pinang, 6 November 2025Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan tema “Kolaborasi Wujudkan Data Akurat untuk Bangka Belitung Sejahtera.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama mengenai pentingnya SE2026, memperkuat koordinasi antar instansi, serta mendorong optimalisasi peran perangkat daerah dalam integrasi program dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Rakor ini dihadiri BPS Provinsi dan Kabupaten/Kota, perangkat pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta asosiasi dunia usaha.
Dukungan Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung Penjabat Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, mewakili Gubernur, menegaskan bahwa Bangka Belitung sedang berada pada tahap penting penataan kembali arah pembangunan ekonominya. Pemerintah daerah tengah memperkuat sektor-sektor dasar yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan, untuk membentuk sumber pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seiring dengan itu, penataan tata kelola pertambangan sedang dilakukan agar memberikan nilai tambah yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini tercermin dalam pertumbuhan ekonomi Triwulan III-2025 sebesar 3,21%, yang menunjukkan perlunya arah pembangunan yang disusun berdasarkan gambaran ekonomi yang akurat, menyeluruh, dan mutakhir.
“Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan, tetapi fondasi pengetahuan ekonomi daerah. Dari data inilah kita dapat melihat struktur usaha, ruang pertumbuhan baru, dan dinamika sektor informal. Dengan data yang akurat, kebijakan dapat dirumuskan secara tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat,” ujar Fery.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan: pemerintah daerah, perangkat hingga kelurahan/desa, pelaku usaha, asosiasi, komunitas, dan masyarakat luas. “Kita bekerja bersama untuk memastikan pembangunan berjalan berdasarkan pengetahuan, bukan perkiraan.”
Struktur Ekonomi Berubah: Sektor Informal MenguatKepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga, memaparkan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2016 mencatat bahwa 98,74 persen usaha di Bangka Belitung adalah usaha mikro dan kecil. Mayoritas bergerak di sektor: perdagangan besar dan eceran, akomodasi dan makan-minum, dan industri pengolahan skala kecil. Sejak itu, struktur ekonomi mengalami pergeseran signifikan. Pertumbuhan sektor informal meningkat, seiring keterbatasan lapangan kerja formal dan berkembangnya pola usaha mandiri maupun usaha berbasis media sosial.
“Sektor informal tumbuh karena masyarakat harus hidup. Di sini, negara perlu hadir. SE2026 akan menjadi dasar untuk merumuskan dukungan yang benar—akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, penguatan koperasi, hingga pengembangan kawasan ekonomi,” jelas Toto.
SE2026 juga akan memotret adopsi ekonomi digital, termasuk penggunaan platform daring, pembayaran digital, dan distribusi berbasis internet.
Integrasi dalam Perencanaan Daerah dan Satu Data IndonesiaKepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, menyampaikan bahwa hasil SE2026 akan menjadi bagian dari Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sebagai dasar penyusunan RPJMD, RKPD, dan perencanaan lintas OPD.
Pemerintah daerah akan memperkuat dukungan pendataan melalui Surat Edaran Kepala Daerah, serta menggerakkan peran perangkat hingga kecamatan dan kelurahan dalam sosialisasi dan pendampingan petugas sensus. “SE2026 memastikan kebijakan dan evaluasi pembangunan berbasis bukti, bukan perkiraan,” tegasnya.
Dukungan Dunia UsahaWakil Ketua GAPENSI Babel, M. Riffani, menyampaikan komitmen asosiasi dunia usaha untuk mendukung kelancaran SE2026. GAPENSI mendorong koordinasi BPS RI di tingkat nasional untuk penerbitan Surat Edaran Resmi sebagai dasar dukungan asosiasi, serta siap memfasilitasi akses petugas sensus ke lokasi proyek dan kantor perusahaan, termasuk memastikan kelengkapan data usaha yang ditanyakan pada SE2026.
Peran Komunitas Digital dalam Membangun Kepercayaan PublikKonten kreator lokal, Enti Hidayati, menyoroti pentingnya komunikasi publik yang sederhana, relevan, dan menumbuhkan rasa aman. “Kunci partisipasi adalah kepercayaan. Ketika masyarakat memahami tujuan pendataan dan yakin datanya dilindungi, mereka akan terbuka,” ujarnya.
Manfaat Langsung bagi Pelaku Usaha Statistisi Ahli Madya BPS, Yustina Ambarsari, menjelaskan bahwa pelaku usaha yang terdata secara resmi akan lebih mudah memperoleh pengakuan usaha, akses pembiayaan, pelatihan, dan peluang kemitraan. Pendataan UMKM dilakukan melalui kunjungan petugas sensus, sementara perusahaan menengah dan besar dapat melakukan pengisian mandiri elektronik.
Kerahasiaan Data TerjaminBPS menegaskan bahwa seluruh informasi yang dikumpulkan dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data hanya digunakan untuk kepentingan statistik, disajikan dalam bentuk agregat, dan tidak untuk kepentingan perpajakan atau pemeriksaan.
Penandatanganan Komitmen BersamaSebagai simbol penguatan kolaborasi, turut dilaksanakan Penandatanganan Komitmen Bersama antara BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi, perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota, asosiasi dunia usaha, dan jaringan komunitas digital serta media lokal. Penandatanganan ini menegaskan kesediaan seluruh pihak untuk:
• Mendukung kelancaran pendataan SE2026 di seluruh wilayah Bangka Belitung,
• Mengedepankan keterbukaan informasi dan edukasi publik yang persuasif dan humanis,
• Serta memastikan bahwa hasil SE2026 dimanfaatkan secara nyata dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah.
Penandatanganan dilakukan disaksikan oleh seluruh peserta rapat, sebagai bentuk komitmen kolektif bahwa data bukan hanya urusan statistik, melainkan fondasi utama dalam membangun Bangka Belitung yang sejahtera, inklusif, dan berdaya saing.
PenutupPendataan lengkap SE2026 dijadwalkan pada 1 Juni – 31 Juli 2026.
SE2026 menjadi fondasi penataan struktur ekonomi Bangka Belitung agar pertumbuhan ke depan berjalan lebih terarah, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan, tetapi gerakan bersama membangun fondasi ekonomi daerah. “Mari ambil peran. Partisipasi setiap pelaku usaha dengan menerima petugas dan memberikan jawaban yang jujur adalah kontribusi nyata untuk pembangunan ekonomi Bangka Belitung yang lebih sejahtera.”
Narahubung MediaEka R. Pattinama
Tim Humas dan Protokol
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Email:
[email protected]